Kala Tuhan-ku Melukis

(Memaknai Tanda Kuasa Ilahi dalam realitas Nyata dan Maya Kehidupan)

Friday, 5/22/2009 7:42:20 AM

Bismillahirrahmanirrahim

Lihatlah, para seniman, musisi, pelukis, sastrawan, wisatawan, pelancong, dan para pecinta alam   serta ribuan penjelajah lainnya…mereka berlomba-lomba memuja dan memuji segala sisi keindahan dunia. Merampas seluruh kekayaan alam yang mereka duduki demi tercipta sebuah karya. Merajut aneka keajaiban, menyulam ragam keunikan, merangkai kata, menjalin makna, semua terukir rapi disela-sela  keterhanyutan mereka oleh keindahan Bumi dan alam Dunia, karya Agung-NYA . Ada pegunungan, lautan, bangunan pencakar langit, Bumi, semuanya merupakan salah satu kreasi MahaKarya Tuhan yang diejawantahkan dalam bentuk daratan dan lautan.  Namun, bagaimana seandainya Tuhan melukiskan Asma-NYA di hamparan permadani langit Agung-Nya?  

Tepat pukul 02:20 tengah malam, aku terbangun dari tidurku. Tiba-tiba badanku bergetar, gemuruh di dada berdegup kencang, jantung serasa berdenyut cepat, perasaanku dipenuhi rasa takut dan ketakutan yang dahsyat, pikiranku masih belum terkontrol. Kulihat jendela kamarku terbuka lebar, terbentang nyata kelamnya langit dimalam hari ini, kesunyian malam pun membuatku semakin menggigil dan bergidik  tak terkira. Entah kenapa, aku tersentak bangun di malam ini, spontan  badanku bergetar, kurasa bukan karena suasana sunyi nya malam…tapi dikarenakan sesuatu yang telah terjadi padaku…tepatnya dalam tidurku beberapa detik yang lalu.

Aku berusaha menenangkan perasaanku. Seketika aku langsung teringat, dan aku kaget dengan apa yang aku alami barusan. bahwa aku terbangun oleh mimpi menyaksikan Lafadz “Allah” dilangit. Keterkejutanku masih belum reda, saat aku benar-benar menyadari bahwa keterhanyutanku oleh kenikmatan Agung-NYA ini ternyata adalah  mimpi. Subhanallah…aku benar-benar tak bisa berkata apa-apa. Bibirku terasa bergetar seketika aku melafadzkan kalimat “Alhamdulillah” oleh Anugerah besar yang aku saksikan itu meski lewat mimpi.

Sangat nyata aku saksikan, dan kurasa aku menikmatinya dalam rentang waktu yang sangat lama. Awalnya, aku menyaksikan sendiri langit Biru yang anggun, indah menawan, sangat indah…dihiasi awan-awan bak bola-bola salju yang putih nan bersih yang bertaburan seperti  bunga-bungan mawar di permadani istana, , menghiasi sang biru ‘lazuardi’ dengan ukiran-ukiran  ornament menarik, kemudian  ditengah-tengah lapang luasnya angkasa berBackround biru cerah itu muncul lafadz “   الله” sangat besar …menyiratkan keAgunganNYA yang tiada batas. Terlukis kemudian empat lafadz “ الله  ” mengitari lafadz yang besar tersebut…dan dibawahnya terukir lafadz “ “سبحان الله و الحمد لله  .جل جلاله”  terasa lama aku menatapnya…aku tak tau…bagaimana harus kuungkapkan perasaanku ketika itu. Yang kuingat, aku benar-benar takjub, dan diriku yang begitu kecil, hina dan rendah ini semakin merasa sangat kecil oleh keMaha BesaranNYA dan keMAHA KUASA-NYA ALLAH SWT.  Aku menatapnya lama…dengan wajah berseri-seri serta ungkap rasa syukur yang tiada terhingga.

Selang berapa lama kemudian, hari berganti gelap….ikut menggeser langit dari pesona biru nya menuju panorama malamnya yang hitam, tak ada bintang maupun bulan, hening yang kurasa.  Kulihat lafadz itu sedikit memudar dalam kegelapan langit. Oh tidak…!!! Teriakku dalam hati. Lantas buru-buru aku panggil keluargaku. Kurasa setting-nya adalah didepan rumahku bersama seluruh keluargaku. Umi, Aba, cak Ali, Cak Umang, Suci pun cepat-cepat menghampiriku. Lalu segera kutunjukkan mereka apa yang telah aku saksikan dilangit. Tiba-tiba…Subhanallah…Lafadz itu…masih dalam posisi dan bentuknya tadi, berubah menjadi warna yang teramat terang…bintang-bintang dengan cahayanya yang gemerlapan …kerlap-kerlip sinar gemintangnya yang memukau…dipadukan dengan warna merah hati yang memantul diantara sinar putihnya… berkumpul di dalam lafadz itu, membentuk sebuah gugusan yang beredar dalam satu lafadz kebesaran Asma-NYA. Menambah cerahnya pesona langit diantara suram curam kesunyian malam yang  gelap pekat  itu.  Mata kasatku masih terus memandanginya lekat. Ingin sekali menyentuhnya…Astaghfirullah…tangan kecil, hina, kotor ini tak mungkin bisa mendekati apalagi menyentuh kebesaran Asma-NYA. Ya Allah…ampunilah hamba-MU ini.

Kulihat cacak-ku (CAk Ali) belum bisa melihatnya jelas. Karena terlihat LAfadz itu pelan-pelan bergerak menjauh lebih tinggi. Lalu kuambil secarik kertas,kugulung kertas itu, kemudian  dengannya  kucoba meneropongi langit . Subhanallah…bagai berada didepan pelupuk mata, Lafadz itu kulihat semakin jelas…cahaya-NYA  tak sanggup kutatap lama (sekarang aku sadari…memang mata penuh debu dosa ini tak pantas demi meraih NUR ILAHI). Lantas cepat-cepat kuberikan kertas itu pada cacakku. Dan keluargaku pun mengurumuni disekitar tempat aku berdiri, bersama-sama  ingin   menyaksikan lafadz Agung-NYA lebih jelas. Ketika itu juga…(masih didalam mimpi) entah kenapa, aku teringat kak Vi…dan seketika itu juga aku ingin menghubunginya…supaya dia pun  juga ikut menyaksikan tanda-tanda Kekuasaan Allah ini. Ku raih ponsel-ku, kucari-cari  nomor mobile-nya…tiba-tiba aku tersentak bangun.

Dan disaat bangun, kurasa aku diingatkan akan kematian. Kurasa dosa-dosa ku serasa di depan mata. Entah…tiba-tiba gemetar tubuhku semakin menjadi disaat pikiranku dan hatiku semuanya membisiki kematian dan hisab dari Allah. Ya Allah…ampuni hamba-MU yang terlalu berlumur dosa ini.  Aku hanya ingin menangis….tanpa isak maupun suara.

Segera ku ambil wudhu’…ku gelar sajadah-ku…aku ingin tenggelam bermesraan dengan Tuhan-ku…Allah SWT Ilahi Rabby.  Dan sambil lalu kunikmati lagi tilawah Al-Quran Surah “Qaff” yang dibaca Syekh Masyari Rashid itu. Begitu sejuk, damai kurasakan.

Semoga mimpi ini bukan sekedar bungan tidur, namun, Anugerah Allah pada diri yang terlalu hina ini. Sebuah ‘peringatan besar’ bagiku untuk lebih mengenal-NYA dan mendekatkan diri dengan-NYA..amin ya Robbal ‘Alamin.

اللهم أنسنا بقربك, واملأ قلوبنا بحبك, ولا تخالف قلوبنا إلى أحد غيرك


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s