Sketsa curahan..Secercah harapan…

Monday, April 4/20/2009 9:38:34 AM

Kata teman-teman, aku ini orangnya cuek, apatis, mereka juga bilang kalau aku kurang care dengan interaksi sosial-ku, yang terlalu tertutup, minder,  dan kuper (kurang pergaulan) dan entahlah… masih banyak lagi kritikan mereka terhadap sikap-ku yang kurang banyak bergaul ini.

Sore hari, menjelang senja ini, ku buka jendela kamarku…ku ambil posisi duduk di tepi jendela kamarku. Sore yang cerah…musim semi yang menyiratkan keasrian dan kedamaiannya. Sedamai perasaanku saat ini. ku pending dulu target bacaanku hari ini. hari ini kuanggap sebagai hari yang paling special bagi-ku untuk bersenandung  bersama seluruh pikiran dan perasaanku ditemani dendangan nyanyian burung-burung kecil yang menari di angkasa sana. Apalagi hari berharga-ku kali ini bertepatan dengan hari libur Mesir demi menyambut musim Semi sekaligus bersayonara dengan musim dinginnya.

Pemandangan yang paling indah bagi ku adalah menikmati panorama galaksi, menatap luasnya angkasa dan menyaksikan edaran makhluk langit yang tiada berujung itu.  Sejauh menatap, menembus setiap lapisan yang menyelimutinya, semakin kutemukan betapa sempitnya,betapa terbatasnya ruang celah bumi oleh makhluk bernama manusia ini. kadang aku mengimpikan, andai aku menjadi seekor burung, yang selalu bebas mengitari alam raya ciptaan-NYA yang tiada kan pernah  tersingkap oleh tabir Maha Karya Agung-NYA. Tapi aku hanyalah seorang manusia…kecil dan lemah…yang hanya mampu mengitari alam-NYA dengan keterbatasan indra yang aku miliki.

 Kubiarkan hempasan angin gurun sahara menerpa rona wajahku…semilir angin semi yang sejuk, menepuk-nepuk wajahku lembut. Dia mengajakku untuk tersenyum…tersenyum tiada henti. Ah..aku benar-benar terlena oleh setiap bahasa kehidupan yang mereka tawarkan kepadaku ini. memang, tak banyak yang bisa aku pandang didepanku ini. Sejauh mata memandang, hanyalah bangunan berbentuk kubus yang aku lihat. Bentuknya yang kubus, warna coklat keemasannya, semakin dipercantik oleh pantulan sinar matahari yang menerpa setiap lapisan gedung apartemen disekitarku ini. Setidaknya, bisa kusaksikan kota peradaban kairo yang kini mulai merangkak menuju kemajuannya, terutama sisi keilmuan dan tradisi Islam yang masih kokoh, erat di genggamannya.

Aku masih tetap ingin tersenyum…menemani sapaan sang burung-burung kecil yang satu-persatu bertengger di dekat jendela kamarku ini.  Sambil lalu kusapa warna-warni bunga-bunga musim Semi yang mengintip manis dibalik kaca jendela seberang flat-ku. Mereka melambai-lambai, menari, bernostalgia bersama terpaan angin senja, seakan meminta aku untuk segera merengkuhnya, menciumi wangi aroma khas-nya, menebarkan kecantikannya,  menyapa setiap manusia di balik  jendela hatinya.

Hingga aku menyadari…memang benar apa yang teman-temanku katakan tentang aku. aku lebih bisa memahami bahasa alam dari pada bahasa manusia. Lembaran-lembaran bisu dan dentingan alam sunyi kerap menjadi  tempat aku bercengkrama. Kadang aku menganggap, mengobrol dengan manusia adalah salah satu kelalaian yang memboroskan. “wasting the time “! Itulah hakikatnya. Ngobrol ngalar-ngidul, gosip, chatting-an, berhura-hura, bercandaan tanpa batas, dan sebagainya, semuanya tak mencerminkan warna keilmuan dan nuansa keintelektualan. Tak berlebihan jika aku boleh mengungkapkan banyaknya sisi ‘kekecewaanku’ dengan interaksiku bersama manusia.   

Aku memang tak punya teman. Ku akui….aku termasuk orang yang selalu gagal dalam berteman dengan manusia. Mungkin aku yang pada dasarnya, kurang care dan cuek. Pernah suatu kali aku mengenal seseorang…kehadirannya sangat berarti bagiku. Dan lebih dari itu, dia bisa merubah pola pikirku serta kebiasaanku pada yang lebih baik. Tanpa kusadari, ternyata aku sangat care dengannya. Aku benar-benar ingin menyayanginya, lebih aku menyayangi diriku sendiri. Hampir aku terlepas Kontrol…aku tak tahu dengan bahasa apa harus kuungkapkan rasa sayang-ku padanya. Aku hanya ingin berusaha membagi seluruh rasa afeksi ini dengan segala bahasa yang aku miliki. kemudian dia mengajariku makna persahabatan. sejak itu, aku mulai belajar… belajar apa itu sahabat, apa itu ketulusan, dan sebagainya. aku benar-benar bahagia punya sahabat seperti dia. banyak pelajaran yang aku dapati. Kala itu, aku merasakan dunia ini begitu indah, dan aku sangat bersyukur bisa mengenal salah satu sosok manusia yang dengannya aku bisa saling berbagi, suka dan duka kehidupan.

Tapi…itu tak berlangsung lama! kepupusan kerap menjadi akhir dari setiap harapanku. Kekecewaan-ku mengenal manusia, siapapun dia, baik teman sejawat, teman sekolah, teman sekitar dan semuanya, selalu saja mengisyaratkan kegagalan. Mungkinkah..terkadang ada seseorang yang apatis, tak pernah care, simpati pun empati…tapi sekali dia merasakannya, rasa sayang itu begitu besar, begitu mendalam, namun ternyata orang yang disayanginya selalu saja tidak memperdulikannya, apalagi menghargainya. Ah…Semua episode kegagalan itu sangat terekam di setiap penggalan memori yang selalu mengajariku arti ‘kefanaan hidup’ bersama manusia.

Ku coba menepis segala kepupusan ini…kualihkan pikiranku, ku edarkan pandangan, sedetik kemudian aku terbentur oleh beberapa sosok manusia yang menungguku disana…mereka tetap berarti bagiku selamanya…sangat berharga..sampai kapanpun! Mereka-lah keluarga-ku yang tinggal di sebuah bilik pulau kecil sana. Di seberang benua sana. Aba, Umi, Kakak dan adik-adikku. Kerinduan-ku pada mereka tiada kan pernah terkikiskan. Mereka yang menghadirkanku didunia ini. hingga aku bisa mengenal banyak keajaiban-keajaibanNYA. Biarlah hari ini aku ungkapkan segala curahan hati, demi rasa terima kasih-ku pada kelurgaku yang dengan segala keikhlasan, cinta dan pengorbanannya, beliau menghadirkanku didunia ini, mereka menghargai-ku supaya bisa menikmati hidup dan mensyukurinya. 

Duhai Ayahanda dan Ibunda tercinta…semudah aku menulis, mengukir kata dari setiap yang aku rasakan…namun, begitu sulitnya kulukiskan kata menggambarkan Kharisma-mu bagiku. Lisanku kelu, jemariku kaku, tak ada yang bisa aku perbuat untuk melukiskan segala kedamaian, kerinduan, rasa hormat dan bakti-ku kecuali dengan segala syukur yang teramat dalam kepada Allah yang menganugerahkanku sosok Ayah dan Ibu sepertimu.

Ayahanda dan Ibunda…ananda sangat bangga menjadi salah satu putri, buah hati kesayangan-mu. Nasehat-mu selalu kan menjadi  panutan, di bumi Allah manapun tempat ananda berpijak. “Ning…meski kau tutup dirimu dengan cadar dan hijab, tapi jangan sekali-kali kau tutup otak-mu dari cakrawala keilmuan dan keintelektualan. Buka mata hati-mu…buka pikiranmu…baca-lah semua  yang kamu lihat, seberangi luasnya bumi ini, tiada menit berlalu tanpa ilmu…meski itu  secuil-pun !!! junjung nilai-nilai Islam, dan selami keMaha Luas-an Ilmu-NYA. Jika jenuh dan masalah melandamu, hiburlah dirimu dengan membaca buku sebanyak-banyaknya”, inilah petikan Nasehatmu disela-sela keputus-asaan ananda.

 Ayahanda dan Ibunda…kau lah teladanku…kau segalanya bagiku…setelah Allah dan Rasulullah. Tiada harapan yang aku impikan, untuk memulai lembaran baru-ku dari hari ini hingga masa yang tak berujung nanti, kecuali menghadiahkanmu apapun yang kau impikan untukku. “With Love…all my Life” forevermore….

  


7 thoughts on “Sketsa curahan..Secercah harapan…

  1. Uhanniuki ya habibty, ‘ied Saied May…Happy Birtday..hope next years to be as much as its better for life n here after…n have a nice day..:)

  2. Betul-betul tulisan seorang sastrawan. Mendalam. Penuh makna…🙂

    Kegagalan berteman terkadang menjadi sumbangsih tersendiri bagi kita. Tidak ada teman yang sempurna. Semua penuh cela. Namun bagaimanapun mereka seringkali memberikan makna. Kegagalan terkadang menjadi awal dari keberhasilan yang ada.

    1. terima kasih kak….atas komentarnya…
      iya…antum benar…terkadang kita lupa bahwa segala yang terjadi didunia ini adalah skenario Allah. tak ada yang terjadi secara kebetulan. karena setiap yang kita alami, Allah memberikan kita pelajaran darinya. meski pelajaran manis atau pahitnya.
      terima kasih atas sharing dan nasehat nya kak…:)

  3. sejak saya membaca tulisanmu ini, saya ingin memberikan suatu penghargaan yg setinggi2nya…tapi perlu diketahui bahwa penghargaan paling tinggi adalah penghargaan dari sang pencipta….kita adalah hamba ada yg mengatur kita, dan syukurilah apa yg dianugrahkan allah kepadamu, tak semua orang bisa mengungkapkan isi hatinya pengalaman hidupnya dan sebagainya lewat tulisan, dan ini adalah satu kelebihan yg di anugrahkan kepadamu..saya cuman ingin katakn kembangkan bakat yg kamu miliki, mudah2an km jadi novelis atau sastrawan mudah yg bisa mengharumkan bangsa ini, melalui karya2mu…semoga sukses…

  4. persahabatan bukan akhir segalanya, tak ada manusia yg smepurna, tapi perlu diketahui terkadang seorang sahabat itu adakalanya sangat berarti bagi kita, terkadang juga dr sahabat kita bisa merasa kecewa, intinya marilah kita mencari teman yg bisa mengajak kita untuk saling searing ide’ menerima yg baik dan memperbaiki yg belum baik, disinilah kita bisa mengnal diri untuk memaknai seorang sahabat…..hehehhe..yg jelas jangan terlalu lama dalam kesedihan….tetap semangat maik…

    1. sebelum dan sesudahnya, terima kasih banyak ya kak…atas komentarnya, motivasi, nasehat dan doa nya.
      sebenarnya ini hanya coretan-coretan saja…saat sedang sedih…saya jadi malu dengan apresiasi yang antum berikan…coz saya belum pantas dengan semua pujian yang antum berikan tersebut🙂. tapi saya harap, semoga menjadi doa..amin Allahumma amin.

      yah begitulah…terkadang saya terlalu larut dalam masalah. tapi insya Allah…saya ingin merubah pola pikir ini, menjadi lebih baik…saling doa ya dan saling berbagi ilmu ya kak…..:) wassalamualaikum..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s