Summertime with Wonderland

Malam musim panas yang begitu menyenangkan! Baru kali ini aku pulang larut malam bersama sobatku Cheny dihitungan malam musim panas tahun ini. Biasanya tiap malam aku memilih berdissosiasi di kamarku ngotak-atik perpustakaan kecilku, ngejar target bacaanku, pencet-pencet keyboard dan ngelembur sampai menjelang subuh. Namun kali ini, setelah dibujuk-bujuk cheny yang sepertinya lagi kangen shopping, aku mengiyakannya.

Selepas sholat Maghrib dan ngaji , tepatnya pukul Sembilan malam, aku bergegas bersiap-siap. Kelihatannya Cheny agak lama menungguku. Kamipun segera menuju daerah Abbas ‘aqad (baca: abas sa’ad) dengan transport bis besar 353. Wah Nampak sekali elitis nasr city dari hamparan mall-mall besar disepanjang ruas-ruas jalanan abas ‘aqad ini. Memang pantas kalau daerah ini disebut kota central modernisnya nasr city. Selesai bayar internet bulanan di toko B-tech, sangat disayangkan sekali jika tak satupun mall-mall itu kita mampiri. Walaupun niat shoppingnya sih ke mall Ragab Son dekat hadiqoh dauliah.

Kamipun mampir sejenak ke toko pakaian 9 LE dan toko-toko disekitarnya. Walau disana terpaksa harus mengkerut dahi dulu melihat prize tag yang terpampang cocoknya bagi para borjuis-borjuis Mesir saja. Tapi enjoy saja menikmati jalanan kota apalagi gemericik dan desiran air mancur di taman kota, mencerminkan adanya kehidupan asri disana. Indah sekali.

Sejam kemudian, kami beranjak menuju mall ragab son yang semakin nampak kemegahan eksotika bangunannya dengan taman wonderland-nya . disinilah lokasi yang menjadi alasan kami dengan pengalaman impressif ini. Awalnya kami belanja di super marketnya di lantai bawah.

Tak lama kemudian, terdengar serentak dentangan music semacam hadrah ala mesir. Akupun segera menuju arah bunyi nyaring gendang itu. Dan wow..ternyata ada pesta wedding. Kulihat ditengah kerumunan orang-orang yang mengitari lantai atas itu, dua orang(orang Mesir)mempelai laki-laki dan perempuannya yang Nampak anggun dengan busana hijab bercadarnya yang masih tertutup rapat itu.

Aku terpana! Baru pertama kali ini aku menyaksikan pengantin wanita dengan gaun bercadar (apa mungkin karena aku aja yang paling jarang ke acara walimahan kali ya…? Jadi kuper gini..He he). Aku raih tangan cheny yang sepertinya agak enggan menonton. “Ini sungguh eksotis! Bayangin, pesta pernikahannya di wonderland. Pasti mereka orang berkelas. i proud of her”, bisikku padanya.

Ternyata dugaanku benar. Tak lama kemudian, dua mempelai pengantin digiring sambil diiringi alunan music romanes menuju gerbang taman ria wonderland yang sekilas mirip miniature dreampark. Tak disangka, Kamipun masuk dalam barisan penggiring penganten. Dan bisa ditebak, akhirnya kami masuk wonderland bi-balasy alias gratis he he. Setelah tengok kiri kanan, ternyata kami lah satu-satunya dua cewek turis dalam rombongan orang-orang eksekutif itu. Kami saling tersipu-sipu..wah PD juga kita ya chen?

Kamipun segera berpisah dari rombongan. Yach biasa…mau relax dulu. “may..air terjun tuh..naik itu yuk, ajak cheny dengan wajah cheerfullnya. Rupanya permainan “harry carry”. Kami menghampiri salah seorang petugas, “ ya ‘ammu..law samaht! Ehna na’uzha bi-nirkab harry carry da. Bi-nidfa’ keim ya’ni ?” (hai paman..permisi! kami mau naik permainan harry carry ini. Bayarnya berapa?), tanya kami antusias. “ aho da salalah. Talata gineh bas” (oh yang ini bilang aja salalah. Bayarnya Cuma tiga pound koq..), jawabnya. Setelah bayar ke loket, kami menuju tempat permainan. Dan wuih..! serasa di obok-obok dengan liku-liku terowongan air. Asyik deh…tapi setelah sampai ke bawah, spontan jantungku berdegup kencang. Aku lemas seketika. Ternyata lemah jantungku belum stabil. “ maaf banget ya chen..kayaknya saya ga bisa ngelanjutin ke permainan yang lain”, ungkapku dengan nada berapologi. Dalam hati aku sedih sekaligus kasihan sama cheny. Dia terlihat masih ingin menikmati permainan yang lebih menantang lagi. Aku persilahkan..tapi dia tidak mau naik kalau sendirian. Akhirnya kami delay dulu.

Dan kembali ke wedding party di aula eksekutif itu. senangnya.. kami disambut ramah oleh resepsionis di pintu ruang utama itu dan bahkan diantar menuju ruangan khusus wanita. “Ternyata lebih confidence di negeri orang ya cen…mana berani kita nyelonong kayak gini di negeri sendiri..he he”, kami pun tertawa renyah. Sesampai diruangan yang dimaksud, sejenak kami tertegun melihat mereka semua singing dan dancing. Termasuk pengantin wanitanya. Yang tentunya ruang itu khusus untuk perempuan saja..no else. Dan ternyata mayoritas mereka adalah para wanita bercadar.” Gabung yuk cen…”, ajakku.

Dekorasi pelaminan yang dihias hijau cerah, hiasan-hiasan dinding dan pernak pernik atap dan hiasan cahaya lampu yang sedikit meniru khas Cina itu menambah keceriaan suasana. Namun sangat disayangkan..kamera digitalku sedang dipinjam teman. Jadi ga bisa memotret pengalaman mengesankan ini( yah..sayang banget..hiks..).

Selang beberapa lama, jamuan datang. Sandwich, gibnah rumy, kue party dan minuman soda mirinda, kehadirannya membuat kami harus rehat dulu. Terlihat wanita yang duduk disampingku, memandang kami aneh. Aku memahaminya. mungkin heran melihat wafidat(orang asing)seperti kami. Langsung aku buka pembicaraan. “ehna tholibah gami’atu Azhar min andunisi. Han-syuf faroh da asyan hani’rif nisa’ di bi ni-ob. Ahe gamilah, hilwah awi. Faroh Misr da kuwais. Hilwah!” (kami mahasiswi Azhar dari Indonesia. Kami tertarik sekali melihat keunikan penganten dengan bercadar ini. Ternyata dia sungguh cantik nan anggun. Pesta pernikahan ala Mesir emang unik dan indah), pujiku. Kulihat dia tersenyum bangga. Kemudian dia mengajak kenalan. Kami bersalaman santun.

Tiga jam tak terasa bermalam ria bersama summertime di villa wonderland. Sepertinya party ini sampai subuh. Jam menunjukkan pukul satu malam. Kami berpamitan pulang setelah mendoakan penganten, “sakinah, mawaddah wa rohmah”.

Alhamdulillah..rupanya jalanan raya Nasr city masih ramai. Maklumlah, malam musim panas dengan suasana sejuk dan temperature sedang ini laksana di musim semi saja. Di perjalanan, aku menanyakan cheny, “ cen kayak baru mimpi aja ya kita? He he..apa kesan yang kamu dapat barusan”? “ saya kagum may…saya liat pengenten wanita itu sholehah banget. Sekian lama wanita itu menjaga iffahnya. Sekaranglah saatnya dia berikan segala keindahannya untuk sang suami. dan kamu liat sendiri, ketika tiba-tiba tadi ada cowok masuk ruangan untuk benerin sound, mereka nampak marah dan segera menutup kembali gaunnya rapat. Subhanallah! Tertutup bukan berarti ekstrim ataupun mengisolasi diri. Diapun bisa bebas berekspresi, beraspirasi, dan beraktualisasi diri dalam garis syar’ie”

Aku mengangguk dalam diam. Kembali kurenungi kata-kata cheny yang sarat impresif ini.


2 thoughts on “Summertime with Wonderland

  1. Cerita summer kamu menarik, Mai, bikin iri. Ya masa-masa muda seumuran kamu ini jangan disiasiakan. Selain jalan-jalan, Summer harus diisi kegiatan bermanfaat. Bagi anak muda yang rada-rada tua, saya sudah berhenti jalan-jalan. Usia tua saat ini lebih banyak dimanfaatkan duduk di atas kursi berteman monitor, secangkir coffe dan buku. Nikmati liburanmu.

  2. makasih kak…kan setiap event pasti berharga..alright?
    jadi yah mau refreshing (jalan2) atau bergelut sama monitor pun, setiap detik-nya pasti ada pelajaran yang bs dipetik..
    namanya juga hidup beragam dinamika..dan beraneka hikmah..
    usia tua atau muda, bukan pembatas gerak lingkup kita.

    jadi yah..jangan hanya berteman sama buku lah..sekali-kali, ajaklah alam luas ini sebagai sahabat untuk bercengkrama. klo sebuah buku bisa mengasah pikiran,maka alam bisa mencuci pikiran..oke.? he he(sorry cm share koq..)
    oya..moga sukses ujian-nya ya kak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s