Akademis Berbasis Fakultatif


(Arah Baru bagi Masisir Profesional)

[Dimuat di Buletin Prospek, edisi April 2007]

Dewasa ini, perkembangan kemodernan zaman memiliki pengaruh melahirkan generasi bergengsi yang idealis. Di sini, dunia kemahasiswaan dengan ragam aktivitasnya turut andil dalam mewarnai mahasiswa untuk meningkatkan life skill dan life inteligensi. Terlebih mengingat kita adalah delegasi insan akademis Indonesia, yang secara natural dibebani tuntutan meningkatkan skill menuju sosok pribadi yang visioner dan profesional.

Hal tersebut sangat relevan diwacanakan terutama setelah mencermati geliat dinamika Masisir beberapa pekan terakhir ini. Sekedar renungan saja, bahwa rutinitas harian Masisir setelah rampungnya ujian term satu kemarin banyak dijejali program yang membludak. Kita amati bersama, dinamika mereka dipenuhi kegiatan-kegiatan yang variatif, mulai dari kegiatan perkuliahan, keorganisasian, wisata hiburan, sampai acara ke pelaminan (nikah). Sebagai bentuk simbolisme, dinamika tersebut adalah cermin kreativisme seorang mahasiswa yang kinetis dan dinamis.

Tapi sangat disayangkan sekali, dari seabrek kegiatan yang “diterjuni” Masisir, sejauh ini masih sangat minim sekali yang mengarah ke fakultatif atau yang menjurus pada penekunan spesialisasi seperti yang diminati di bangku kuliah. Padahal kalau kita mau menilai dan berfikir akurat, justru kegiatan ini memiliki urgensitas tinggi demi memotivasi kita dalam profesionalisasi akademis. Setidaknya sisi urgensitas bisa dibaca dalam empat faktor:

Pertama, aktifitas senat fakultas sejatinya adalah wadah untuk menuangkan berbagai bakat keilmuan yang dimiliki setiap individu untuk mencari problem solving dan sharing ide antarsesama khususnya dalam masalah yang berkitan dengan bidang kajian (fakultas) yang diambil. Kedua, menfokuskan sasaran utama ke negeri yang kaya sains dan kultur Islami ini, sebab tujuan ke Mesir adalah untuk belajar semata. Ketiga, melahirkan idealisme yang tinggi sebagai mahasiswa yang berakademisi. Keempat, memunculkan “sense of belonging” yang kuat sebagai mobilitas kita ke depan.

Di sini, kita bisa ambil sampel senat fakultas Bahasa Arab sebagaimana saya alami. Senat bahasa secara rutin setiap dwi mingguan mengadakan perkumpulan bersama. Acara tersebut menegaskan peraturan ketat seperti melarang anggotanya mengunakan bahasa ‘amiyah ataupun bahasa Indonesia. Semua anggota wajib berkomunikasi dalam bahasa Arab fusha. Kumpul senat lazimnya mengulas strategi peningkatan bahasa dengan cara-cara yang serba guna. Ini ditempuh dengan, misalnya, menyuruh setiap anggota senat membuat karangan ataupun surat berbahasa Arab yang langsung dibimbing dan dikoreksi oleh senior Strata 1. Selain kumpul senat, para anggota secara inovatif mengadakan evaluasi mingguan untuk pembahasan materi kuliah satu minggu yang lewat. Tidak terbatas itu saja, mereka pun membahas berbagai persoalan lain yang dirasa krusial.

Pemaparan terhadap aktifitas senat Bahasa hanya satu contoh saja, itu penting untuk ditiru bagi Masisir yang ada di Ushuluddin dan Syari’ah. Kegiatan senat memang harus digalakkan karena melihat realita Masisir kini minim kegiatan bertendensi besar dalam memobilisasi meningkatkan prestasi di Al-Azhar. Lagi pula, kenyataan yang ada sekarang, interaksi Masisir sendiri sepertinya kurang terarah dan terkoordinasi ke arah akademis. Dan lagi, ujian termin kedua sebentar lagi menyapa kita.

Dilihat secara empirik, dunia perkuliahan Al-Azhar sendiri mengikuti sistem otodidak. Kesuksesan tidak bergantung penuh pada label Al-Azhar kita. Tapi dilihat sejauh kesadaran dan usaha kita menyelami lautan ilmu didalamnya. Karena tidak mudah menjadi pengembara ilmu dalam arus lingkungan yang tidak mendukung ke cita-cita akademis. Pengoptimalisasian senat diproyeksikan demi mengarahkan Masisir ke jenjang profesionalisme akademik, yaitu untuk mendalami ilmu-ilmu lain yang di luar kajian fakultasnya. Namun pertanyaannya: bagaimana kita menekuni semua disiplin keilmuan jika dalam satu bidangpun kita belum terbukti profesional. Selalu spirit, sportif, aktif, dan positif ok?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s