Assalâmu’alaikum wr.wb
Nama lengkapku, “ Siti Maisaroh”. Di lingkungan keluarga dan teman-teman masa kecilku, aku biasa dipanggil ‘Ba Maik’. Teman-teman pondok dan teman kampus, lebih akrab memanggilku ‘Imay’. Ada juga yang memanggilku dengan nama lengkap. Bagiku semuan
ya sama, yang penting mereka memanggilku dengan nama kesayangan. Karena aku sangat sayang sama namaku…he..:)
Aku dilahirkan di kota Bangkalan, yang terletak di sudut pulau Madura. Bangkalan, sebuah kota kenangan dan impian, yang banyak mewarnai masa kecilku. Masa kecil yang suka keluyuran, jalan-jalan pagi sambil bersepeda ria, menikmati pemandangan langit disore hari sambil berenang disungai kecilku, keterampilan menyulam dan merajut serta kegiatan kepramukaan yang sangat mengasyikkan. Ah..Aku sangat merindukannya. Dia tempat aku menemui kedamaian, keceriaan, keasrian dan keharmonisan.
Gontor Putri yang terletak di Ngawi Jawa Timur, adalah almamaterku tercinta. Enam tahun lamanya, kuhabiskan umurku untuk mengenyam pendidikan dan pengajaran di pesantren ini. Dia menuntunku untuk menggapai hakikat dan jati diriku. Disana tempat aku menuangkan minat dan mencari bakat diri. Gontor tak hanya mendidik dan mengajar ilmu agama dan umum secara formalitas, namun lebih dari itu, ia mendidik ilmu kehidupan, mengasah mental , mengasuh jiwa dan pemikiran yang idealis dan militan, mencontohkan akhlak yang tinggi,toleran, moderat dan berjiwa pemimpin. Oh Pondokku…!!! kau laksana Ibu Kandungku…!!!
Al-Azhar, Universitas Islam tertua yang masih berdiri kokoh menantang aneka peradaban dunia, yang terkenal dengan khazanah keilmuan dan keislamannya, tersohor karena para alumnus jebolannya yang banyak mempengaruhi dunia keintelektualan, termasyhur karena kedermawanannya, yang menempati sisi bergengsi dijajaran kekayaan Mesir ini adalah tempat pengembaraan yang aku pilih untuk berkelana ilmu. Alhamdulillah…saat ini aku sedang menjalani tingkat akhirku di program license, tepatnya di fakultas sastra Arab. Aku sangat bersyukur diberi amanah untuk menempuh jenjang pendidikanku di negeri para Nabi ini, karena adanya dua corong mercusuar besar berpengaruh, adalah Al-Azhar, bidannya para tokoh intelektual dunia, dan Mesir, sumber dimana cikal-bakal peradaban dunia dilahirkan.
Membaca, Menulis, Berdiskusi, Berpetualang ke Perpustakaan, Menjelajahi toko buku, Duduk bersama tokoh-tokoh intelek muslim dan muslimah, Berkontemplasi dengan alam sambil lalu Mendengarkan Musik adalah kegiatan yang sangat aku gemari. Meski terkadang kesulitan dan rintangan selalu menghampiri. Yah…terkadang antara cita, prinsip dan idealisme tak selalu bisa diterima banyak kalangan toh?
Menyelami samudera keilmuan di negeri seribu menara ini bagiku sangat unik. Terkadang seru, asyik, penuh antusias, menggairahkan, namun tak jarang melelahkan dan membosankan. Ada saja rintangan dan tantangan yang menghadang. Oh Lord… sebuah do’a yang akan selalu terlantunkan kepadaMU..
“Ya Allah…beri hamba kekuatan dalam menghadapi semua cobaan dan ujian pencari ilmu. Ya Ilahi…beri hamba kesehatan untuk dapat beribadah padaMU. Ya Rabbi….beri hamba Inayah-MU untuk dapat beramal Saleh. Wahai kekasih hati…hanya KeridhoanMU-la satu-satunya tujuan hamba”
Persembahan Cinta Tulus, Murni, Ikhlas nan Abadi hanyalah teruntuk Allah, Rasulullah dan Kedua Orang Tua.
syukur alhamdulillah….ukhti dapat mengambil hikmah.Bercadar atau tidak bercadar selama meyakini apa yang ukhti lakukan sesuai akal dan hati…saya dukung sepenuhnya…….semoga kita dipertemukan…….
By: romaeni on October 20, 2009
at 11:17 pm
trima kasih
. ya..saya berpikir, apapun yang trjadi, tak luput dari sknario Allah. tak selamanya kita berpegang teguh pada satu prinsip, karena pada hakikatnya manusia dituntut untuk blajar dan mempelajari apa yang dialaminya.
. trima kasih juga atas silaturahim dan dukungannya…saya yakin, antum punya pikiran yang proporsional…salam kenal..:)
By: Maik on October 23, 2009
at 6:27 pm
Mencintai ALLAH melebhi sglany,,haqiqat tgkat tggi
By: Nurul Hida on December 26, 2009
at 3:34 am
insya Allah…mohon doanya semoga kita selalu istiqomah menjalani ibadah padaNYA..amin. terima kasih…:)
By: Maik on December 30, 2009
at 9:37 am
segala sesuatu terjadi ats kehendak allah, sehigga yang terpenting adalah bagaimana kita bisa berhusnudhon seraya mencari hikmah ats sagala yang menimpa kita dengan tetap berusaha mendekatkan diri kita kepada-Nya karena terkadang kita larut karena ujian yang kita anggap terlalu berat sehinga bisa menjauhkan diri dari-Nya…..
‘ala kulli jika harus “terpaksa” membuka cadar (sekalipun hukum cadar tidak wajib -beberapa pendapat ulama) semoga bisa tetap menjaga beberapa ketentuan dalam hal hijab tsb……
By: abdurrohman on February 6, 2010
at 6:01 am
Jagalah Hati..
Semoga Anda Mengerti
By: Rusman Arisandy on February 16, 2010
at 11:17 pm
jaga hati? maksudnya? sy ga paham. ya ..tentu. semua orang punya hati yg hrs dijaga. bkn hanya hati..semua ciptaan anugerah Allah hrs dijaga. alright? maaf ini dg siapa ya?
By: Maik on March 22, 2010
at 5:19 pm