Tuesday, 7/28/2009 9:03:12 PM
Pagi yang cerah, Mentari pagi yang menawarkan sinar hangatnya, ah…sejuk nian udara pagi ini. tepatnya pukul 10 pagi, aku telusuri setapak pepasiran kawasan Gami’ hay-‘Asyir. Kupercepat langkahku, kubergegas menaiki Tramco sambil berlari kecil. Dalam benakku, aku harus segera sampai di rumah sakit el-Nour (Tamin) dan menemui dokterku sebelum masyarakat masisir dan penduduk Mesir menyambut siang-nya dan terjaga dari tidur-nya. Sepanjang perjalanan, aku bersibuk ria dengan alam pikiran dan perasaanku sambil menundukkan kepala dalam-dalam (antara malu, takut, ragu dan deg-degan). Dadaku masih berdegup tak karuan, Pandanganku kosong. Pagi ini terasa beda bagiku, aku mendapati dunia baruku…
28 Juli 2009 menjadi saksi bisu atas sejarah hidupku. Karena mulai hari ini aku telah menanggalkan cadar-ku. Mulai hari ini pula aku menatap dunia dengan seluruh muka dan wajahku. Bagiku hal ini sangat bersejarah, karena tiga tahun lamanya aku berhijrah dengan hijab dan cadar kebanggaanku. Tepatnya, semenjak aku menginjakkan kaki di Kairo-Mesir. Jadi, memang tak banyak yang mengenaliku. Namun, kini kain penutup kebanggaan-ku itu terpaksa harus dilepas, karena diagnosa dokter atas penyakit yang aku derita disekitar mata sambung kepala yang ditimbulkan oleh pengaruh cadar. Apalagi setelah dokter memvonis bahwa obat nya harus berkesinambungan, selama hidupku, tanpa henti. Ya Allah!!! Sembuhkan hamba…
Sungguh tak mudah bagiku untuk melepasnya. Dan sungguh bukan hal yang ringan bagiku untuk mengubah statement hidup dan prinsip diri ini. Sangat berat dan sulit!!! Berkali-kali aku meminta saran dan nasehat Umi-ku. Dua dokter sudah yang aku datangi. Semuanya menyuruhku membuka cadar. Apalagi disaat aku merintih sakit kala sepanjang malam aku tak bisa memejamkan mata, tak bisa menangkap cahaya, tak mampu konsentrasi baca, lantaran mata dan kepalaku yang sakit. Namun apa daya, dengan niat tulus LILLAHI TA’ALA, Bismillah…aku tanggalkan cadarku.
Di hari-hari pertama aku membukanya, sederet reaksi kaget, sejurus pandangan ketidak percayaan, dan sebaris tanda-tanda tanya, bisa kubaca dari raut muka teman-temanku dan orang-orang yang mengenaliku maupun orang yang belum melihatku sebelumnya. Aku mencoba tegarkan diriku, aku berusaha untuk bisa kuat dan memahami bahwa pro kontra pandangan adalah tantangan bagiku selanjutnya. Meski masih ada beberapa teman yang sempat memandangku sinis, ah…tak perlu aku pikirkan. Yang penting bagiku, tetap dalam garis syari’at Allah SWT. Namun tak sedikit pula teman-temanku yang mendukungku. Mereka memahamiku dan ikut berempati.
Tapi bagaimanapun, banyak hikmah dan pelajaran yang dapat aku ambil dari sederet fase-fase kehidupan yang aku jalani. Aku yakin, disaat aku memakai cadar, tak sedikit hikmah dan anugerah Allah yang sangat aku rasakan karena cadar ini. Begitupun, saat Allah mengilhamiku dengan melepas cadar, aku yakin ada tahapan pelajaran selanjutnya yang sengaja dengannya Allah membimbingku. Yang terpenting, aku tetap harus senantiasa berada dalam garis syari’atNYA dan menjaga segala perintahNYA serta menjauhi laranganNYA. Ya Allah…bimbinglah hamba pada jalan lurusMU…amin
Bagi kebanyakan perempuan bercadar, terkadang cadar menjadi isolasi dan pengikat. Sehingga terasa hidupnya terbelenggu, terdoktrin dan terikat. Tapi bagiku, cadar adalah alat untuk menjaga diri namun bukan berarti lambang ‘iffah diri. Sebenarnya, aku ingin menulis banyak tentang hal ini, terkait refleksi yang bersifat empiris maupun fenomena cadar yang masih ambigu dalam ranah pergaulan sosial. Yah…mungkin suatu saat nanti aku akan menulisnya. Just wait!:)
semoga cepat sembuh … rabbuna yasyfiki
By: hafiz on August 19, 2009
at 3:41 pm
makasih atas doa nya kak…dan terima kasih atas kunjungannya sama blog ana yang masih jauh dari sederhana ini. (alias malu…:))
By: Maik on August 21, 2009
at 8:22 am
kalau boleh tahu anti sakitnya apa kata dokter dan diberi obat apa?
Saya rekomendasikan untuk memakai celak itsmid (sunnah Nabi shallallahu’alayhi wa sallam), dan sudah ada penelitian klinisnya untuk mengurangi risiko terkena berbagai macam penyakit mata dan mengobati radang di mata biidznillah
Oya, searching saja di-internet tentang informasi obat yang anti dapatkan dari dokter apakah sesuai dengan penyakit anti, dosis dan lain2nya?
Syafakillah
bisa saja jawab pertanyaan saya lewat email
fdhmoes@gmail.com
Allahu a’lam
By: Fajar Dian Hernanda on October 8, 2009
at 2:53 pm
trima kasih atas sarannya. senang bisa mndapati oktr lwat blog…:). saya sakitnya dibagian saraf mata shingga klo melihat, suka nyeri dibagian otot mata. alhamdulillah, sejak saya lepas cadar, tekanan itu tak lagi dirasakan. bahkan dulu sempat ga bisa mnutup mata jika ada cahaya. sekarang udah bisa lagi.
akan saya cari juga celak yang antum maksud…sebelum dan sesudahnya, terima kasih banyak…:)
By: Maik on October 23, 2009
at 6:38 pm